Urbanisasi berkembang pesat khususnya di negara berkembang, ditandai dengan ekspansi
perkotaan yang mendorong aktivitas perkotaan ke wilayah pinggiran yang memicu
perkembangan karakteristik fisik, kependudukan, dan ekonomi kota pada kawasan perdesaan
sehingga membentuk zona transisi yaitu peri-urban. Kota Surakarta yang merupakan kota inti
di metropolitan Subosukowonosraten, mengalami perkembangan aktivitas kota akibat
urbanisasi yang semakin meluas secara fungsional ke wilayah di sekitarnya khususnya di
Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar. Hal tersebut membentuk wilayah peri-urban
terutama di 9 kecamatan sekitar Kota Surakarta yakni Kecamatan Kartasura, Baki, Grogol,
Gatak, Mojolaban, Jaten, Gondangrejo, Colomadu, dan Ngemplak. Penelitian ini akan
bertujuan dalam memahami dinamika peri-urbanisasi sebagai proses ekspansi ruang perkotaan
dengan mengidentifikasi karakteristik, menganalisis tipologi serta transformasi wilayah peri
urban Kota Surakarta pada tahun 2004, 2014, dan 2024. Penelitian ini menggunakan
pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif terhadap 9 kecamatan peri-urban. Analisis
dilakukan di tiap variabel pada 3 aspek utama, yakni fisik, kependudukan, dan ekonomi; seperti
analisis penggunaan lahan dengan metode Supervised Classification Maximum Likelihood,
analisis kependudukan, analisis struktur ekonomi, analisis skoring penentuan tipologi peri
urban, analisis Rate of Change (RoC), dll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan
peri-urban didominasi oleh peningkatan pada aspek ekonomi dan fisik, yang ditandai dengan
pergeseran struktur ekonomi menuju sektor non-primer serta peningkatan lahan terbangun
akibat konversi lahan pertanian. Tipologi wilayah didominasi tipologi Semi-Urban tahun 2004
2024, terdapat tiga kecamatan yang meningkat menjadi Predominantly-Urban yakni Kartasura,
Colomadu, Gondangrejo. Transformasi wilayah berkembang dengan intensitas yang berbeda
pada tiap kecamatan yang dibagi menjadi tiga kategori (stabil, transisi cepat, transisi lambat).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika peri-urbanisasi di Kota Surakarta merupakan
ekspansi ruang perkotaan oleh karakteristik ekonomi, fisik, dan kependudukan yang
mendorong tipologi peri-urban sehingga menghasilkan transformasi wilayah dengan intensitas
berbeda tiap kecamatan.