Keterbatasan
lahan subur mendorong pengembangan kelapa sawit ke lahan pasir yang memiliki
kesuburan rendah akibat minimnya bahan organik, kapasitas menahan air, dan
ketersediaan hara. Pemupukan anorganik belum mampu memperbaiki kondisi ini
secara berkelanjutan, sehingga diperlukan pengelolaan tanah yang lebih efektif.
Pemanfaatan TKKS terbukti meningkatkan kesuburan tanah, namun terbatas oleh
dekomposisi yang cepat. Oleh karena itu, biochar berbasis TKKS menjadi
alternatif yang lebih stabil dengan potensi meningkatkan karbon organik,
kapasitas tukar kation, dan ketersediaan hara secara lebih persisten.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biochar TKKS dalam terhadap
sifat kimia tanah, kadar hara tanaman, dan pertumbuhan kelapa sawit belum menghasilkan.
Penelitian dilakukan di kebun Hanau Estate, PT Tapian Nadenggan, Seruyan, Kalimantan
Tengah, dilaksanakan dari bulan Januari hingga Agustus 2025. Penelitian
dilakukan pada kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) umur 1 setelah tanam dan
dilakukan pada tanah pasir berjenis Spodosol. Penelitian ini menggunakan
faktor tunggal 7 perlakuan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dan diulang sebanyak 15 ulangan. Pengambilan
sampel tanah dilakukan saat sebelum aplikasi perlakuan dan 6 bulan setelah
aplikasi perlakuan. Pengambilan sampel daun dan pengamatan vegetatif
dilaksanakan setiap bulan hingga 6 bulan pengamatan. Parameter kimia tanah yang
diamati meliputi pH H2O, pH KCl, N-Total, C-Organik, C/N Rasio,
P-Tersedia, P-Total, K-Total, KTK, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Al-Tukar, H-Tukar, dan
Tekstur. Parameter kadar hara tanaman meliputi N, P, K, Mg, Ca, Cu, Fe, Zn, dan
B. Parameter vegetatif tanaman meliputi tinggi tanaman, panjang pelepah, Relative
Frond Area (RFA), Petiole Cross Section (PCS), dan Index Vigor.
Uji Anova digunakan untuk mengetahui nilai signifkansi adanya pengaruh terhadap
pemberian perlakuan. Uji Tukey digunakan untuk melihat perbedaan nyata antar
perlakuan. Uji korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan
antara sifat kimia tanah terhadap kadar hara tanaman dan vegetatif tanaman.
Hasil menunjukkan bahwa biochar TKKS berpotensi meningkatkan pH tanah, KTK, dan
ketersediaan hara. Sedangkan perlakuan TKKS cenderung memberikan respons
tertinggi pada parameter vegetatif tanaman. Analisis korelasi menunjukkan bahwa
peningkatan sifat kimia tanah, terutama C-organik dan KTK, berkorelasi positif
dengan kadar hara tanaman dan pertumbuhan vegetatif.