Penggunaan
pupuk anorganik secara intensif pada perkebunan kelapa sawit berpotensi
menurunkan kualitas tanah dan biodiversitas makrofauna tanah. Frass Black
Soldier Fly (BSF) berbahan Palm Kernel Expeller (PKE) berpotensi
menjadi pupuk organik alternatif yang mampu memperbaiki sifat kimia tanah dan
mendukung keberadaan makrofauna tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh pupuk anorganik dan frass BSF berbahan PKE terhadap sifat kimia tanah
dan makrofauna tanah serta hubungan keduanya pada perkebunan kelapa sawit.
Penelitian dilaksanakan di Siak, Riau menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap yang terdiri dari 9 perlakuan 3 ulangan dengan pengamatan dilakukan
pada 1 dan 2 bulan setelah aplikasi (BSA). Perlakuan meliputi: (A) kontrol; (B)
Anorganik 75%; (C) Anorganik 100%; (D) Anorganik 125%; (E) Frass 7,5 kg; (F)
Frass 12,5 kg; (G) Frass 17,5 kg; (H); Frass BSF 30 kg; (I) Frass BSF 44,5
kg/pohon/tahun. Metode analisis berupa ANOVA dan uji lanjut Tukey, serta uji
korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel pengamatan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap P-Tersedia
dan feeding activity pada 1 BSA, serta pH H2O, C/N rasio, dan
P-tersedia pada 2 BSA, namun tidak berpengaruh nyata pada indeks Shannon
Wiener, Evenness, Dominansi Simpson, C-organik, dan N-Total. Perlakuan frass
BSF 44,5 kg/pohon/semester (I) menghasilkan kepadatan, Shannon Wiener, feeding
activity, C-organik, N-total, dan P-tersedia yang cenderung lebih tinggi
dibandingkan perlakuan lainnya. Analisis korelasi menunjukkan pupuk anorganik
berkorelasi positif antara kepadatan dengan dominansi makrofauna tanah,
sedangkan frass BSF terdapat korelasi negatif antara C-organik dengan dominansi
dan korelasi positif dengan keanekaragaman Shannon Wiener makrofauna tanah.
Aplikasi fras BSF berpotensi memperbaiki sifat kimia dan makrofauna tanah dibandingkan pupuk
anorganik, meskipun pengaruhnya belum terlihat nyata pada beberapa parameter
selama periode pengamatan yang relatif singkat.