Pengembangan
keterampilan proses sains (KPS) merupakan salah satu tuntutan penting dalam
pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran biologi yang menekankan
kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan
permasalahan lingkungan secara ilmiah. Namun, implementasi pembelajaran di
sekolah masih cenderung berorientasi pada penguasaan konsep sehingga
pengembangan KPS belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh model Problem Based Learning
(PBL) dengan pendekatan deep learning
terhadap keterampilan proses sains peserta didik pada materi perubahan
lingkungan. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest non-equivalent control
group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas X SMA Negeri 8
Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu satu
kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran PBL dengan pendekatan deep
learning dan satu kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran PBL. Instrumen
penelitian berupa tes uraian yang disusun berdasarkan indikator keterampilan
proses sains menurut Rustaman (2005) dan telah memenuhi kriteria validitas
serta reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat yang meliputi uji
normalitas, homogenitas, linearitas, dan homogenitas kemiringan regresi,
kemudian dilanjutkan dengan uji Analysis
of Covariance (ANCOVA) menggunakan skor pretest sebagai kovariat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan
deep learning terhadap keterampilan
proses sains peserta didik setelah mengontrol kemampuan awal. Peserta didik
pada kelas eksperimen memperoleh rerata keterampilan proses sains yang lebih
tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi
pendekatan deep learning dalam model
PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains pada materi perubahan
lingkungan.