Penelitian ini bertujuan memahami penerapan community governance dalam pengelolaan sampah di Kota Surakarta (studi pada Bank Sampah Gajah Putih) serta memberikan rekomendasi penyelesaian permasalahan sampah melalui pendekatan berbasis komunitas. Kota Surakarta dipilih karena menghadapi peningkatan volume sampah dan keterbatasan kapasitas TPA Putri Cempo yang telah over capacity. Secara teoritis, penelitian ini mengacu pada konsep community governance Totikidis et al. (2005) yang mencakup tiga dimensi, yaitu community leadership, community empowerment, dan community ownership dalam menganalisis peran masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi community leadership, pengurus berhasil membangun visi bersama, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Pada dimensi community empowerment, komunitas mampu mengakses sumber daya, menjalankan pembagian peran, dan melaksanakan pengambilan keputusan secara partisipatif. Sementara itu, pada dimensi community ownership telah tumbuh kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah, meskipun partisipasi anggota masih belum merata dan sebagian masih dipengaruhi oleh dorongan dari pihak lain. Dengan demikian, community governance telah mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, namun penguatan community ownership masih diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara lebih berkelanjutan. Kata Kunci: Community Governance, Kota Surakarta , Pengelolaan Sampah