Perkembangan akomodasi kompak, khususnya hotel
kapsul, menawarkan solusi hunian sementara yang efisien di tengah keterbatasan
ruang perkotaan. Meskipun demikian, efisiensi ruang belum tentu mampu
memberikan kenyamanan spasial yang optimal bagi pengguna. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan spasial pada Hotel Kapsul
Bobobox Slamet Riyadi Solo, menganalisis persepsi pengguna
berdasarkan dimensi Post-Occupancy Evaluation (POE), serta merumuskan
rekomendasi desain untuk meningkatkan kualitas kenyamanan ruang. Penelitian
menggunakan pendekatan multi-metode dengan mengombinasikan observasi
lapangan dan survei persepsi terhadap 39 responden yang pernah menginap di
Bobobox Slamet Riyadi Solo. Evaluasi dilakukan berdasarkan tujuh dimensi
kenyamanan spasial, yaitu kenyamanan fisik, termal, visual, akustik dan privasi
suara, kualitas udara, fasilitas pendukung, serta aksesibilitas dan sirkulasi
spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bobobox Slamet Riyadi Solo
memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,06 pada skala lima poin
yang termasuk dalam kategori nyaman. Dimensi aksesibilitas dan sirkulasi
spasial memperoleh nilai tertinggi (4,41), diikuti dimensi visual dan
pencahayaan (4,39), sedangkan dimensi akustik dan privasi suara memperoleh
nilai terendah (3,52). Hasil observasi lapangan mengonfirmasi bahwa tata ruang,
sistem pencahayaan, dan organisasi ruang telah mendukung kenyamanan pengguna,
namun kualitas insulasi suara antar pod masih menjadi aspek yang perlu
ditingkatkan. Berdasarkan analisis kesenjangan (gap analysis),
penelitian ini merekomendasikan peningkatan performa akustik melalui penggunaan
material peredam suara, pengembangan sistem penutup pod yang lebih senyap,
optimalisasi kapasitas penyimpanan, serta penyempurnaan sistem pencahayaan dan
ventilasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi
pengembangan desain interior hotel kapsul yang lebih berorientasi pada
kenyamanan spasial pengguna.