Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji tingkat kenyamanan termal pada
lingkungan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi spasial di SMA Al-Islam 1
Surakarta dan SMA MTA Surakarta. Metode yang digunakan meliputi analisis
spasial dengan teknik trend analysis untuk melihat variasi kenyamanan pada setiap
titik pengukuran, serta analisis komparatif guna membandingkan kondisi kedua
sekolah. Data diperoleh melalui pengukuran suhu udara, kelembapan, dan
kecepatan angin pada beberapa titik representatif selama tiga hari, ditambah
dengan penilaian kenyamanan termal berdasarkan persepsi peserta didik melalui
kuesioner. Analisis spasial dilakukan menggunakan citra Landsat 8 dengan
memanfaatkan indeks NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan NDBI
(Normalized Difference Built-Up Index) guna memetakan vegetasi dan tingkat
kerapatan bangunan di sekitar lokasi penelitian.
Hasil kajian memperlihatkan bahwa kedua sekolah berlokasi di wilayah
perkotaan padat yang dicirikan oleh nilai NDVI rendah dan NDBI tinggi, sehingga
menunjukkan dominasi permukaan terbangun dan minimnya tutupan vegetasi. Meski
demikian, tingkat kenyamanan termal di SMA Al-Islam 1 Surakarta cenderung lebih
baik dibandingkan SMA MTA Surakarta. Perbedaan ini dipengaruhi oleh rekayasa
bangunan, seperti orientasi dan tata massa gedung yang mampu mengurangi paparan
radiasi matahari langsung, serta keberadaan vegetasi peneduh pada beberapa
titik. Suhu rata-rata di SMA Al-Islam 1 Surakarta berkisar antara
28,8°C–33,9°C, sedangkan di SMA MTA Surakarta berada pada kisaran
30,4°C–34,6°C, dengan kategori sensasi termal hangat hingga panas. Persepsi
siswa juga menunjukkan bahwa perpustakaan merupakan ruang yang paling nyaman,
sementara area parkir dan kantin menjadi lokasi yang dianggap kurang nyaman di
kedua sekolah.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi spasial dan
desain bangunan memiliki peranan penting terhadap terciptanya kenyamanan termal
di lingkungan sekolah. Upaya peningkatan kenyamanan dapat dilakukan melalui
penambahan vegetasi, penguatan ventilasi alami, serta penggunaan material
bangunan yang mampu memantulkan panas.
Kata Kunci:
kenyamanan termal, analisis spasial, NDVI, NDBI