Kesenian berkembang melalui hubungan antara seniman
dan pemerintah yang diwujudkan dalam berbagai kebijakan yang memengaruhi
keberlangsungan kehidupan kesenian. Wayang Orang Sriwedari menjadi salah satu
contoh hubungan tersebut melalui program rekrutmen pegawai negeri di seniman Wayang
Orang Sriwedari pada periode 1986–2005 yang mencerminkan keterkaitan antara kebijakan
pemerintah dan kehidupan pelaku seni. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mengetahui pengertian seni, seniman, dan klasifikasi jenis seni; (2) mengetahui
proses pengangkatan seniman Wayang Orang Sriwedari di Surakarta menjadi Pegawai
Negeri Sipil tahun 1986-1998; dan (3) mengetahui kebijakan regenerasi seniman
Wayang Orang Sriwedari di Surakarta menjadi Pegawai Negeri Sipil tahun
1998-2005.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang
meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan
penulisan. Data sumber diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber seperti
Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 813.1/29584/1986, solopos 6 Oktober
1997, dan hasil wawancara dengan Ibu Sri Utami selaku seniman Wayang Orang
Sriwedari. Berbagai sumber yang diperoleh kemudian dianalisis melalui kritik
sumber untuk menguji kredibilitas dan autensitas. Hasil kritik tersebut
kemudian memasuki tahap interpretasi yang bertujuan untuk menyusun fakta dan
data yang sudah diolah. Tahap terakhir adalah penulisan hasil analisis yang
diperoleh dalam bentuk penulisan ilmiah sejarah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah
berperan penting dalam menjaga keberlangsungan Wayang Orang Sriwedari melalui program
rekrutmen seniman Wayang Orang Sriwedari sebagai Pegawai Negeri Sipil pada
tahun 1986 dan pelaksanaan rekrutmen terbuka bersama Sekretariat Nasional
Pewayangan Indonesia pada tahun 1999. Pengangkatan tahun 1986 memberikan
kepastian status kepegawaian kepada seniman, sedangkan rekrutmen tahun 1999
diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia melalui seleksi
berdasarkan kompetensi artistik dan persyaratan administratif. Penerapan
otonomi daerah pada tahun 2005 hanya mengubah status administrasi kepegawaian
tanpa memengaruhi aktivitas kesenian maupun penyelenggaraan pertunjukan Wayang
Orang Sriwedari.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah dan
seniman Wayang Orang Sriwedari berkembang dari program rekrutmen pegawai negeri
menuju pembentukan sistem regenerasi yang lebih terstruktur. Program rekrutmen
menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan Wayang Orang Sriwedari
karena menjamin ketersediaan seniman, mempertahankan kualitas pertunjukan,
serta mendukung pelestarian kesenian tradisional secara berkelanjutan.