Latar Belakang: Industri refinishing otomotif merupakan bagian penting dari ekosistem aftermarket otomotif yang bergantung pada hubungan jangka panjang antara pemasok dan pelanggan bisnis-ke-bisnis (Business-to-Business/B2B). Dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan niat berpindah pemasok (switching intention) menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, kualitas layanan teknis, citra merek, pemasaran hubungan (relationship marketing), dan ketersediaan produk terhadap kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, serta niat berpindah pemasok. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran moderasi persepsi biaya perpindahan (perceived switching cost) dalam hubungan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori yang melibatkan 196 pelanggan B2B pada industri refinishing otomotif di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, kualitas layanan teknis, citra merek, pemasaran hubungan, dan ketersediaan produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, pemasaran hubungan dan ketersediaan produk juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan secara signifikan meningkatkan loyalitas pelanggan serta menurunkan niat berpindah pemasok, sedangkan loyalitas pelanggan berpengaruh negatif terhadap niat berpindah pemasok. Lebih lanjut, persepsi biaya perpindahan terbukti memperkuat pengaruh kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan dalam mengurangi niat pelanggan untuk beralih ke pemasok lain. Kesimpulan: Loyalitas pelanggan dalam industri refinishing otomotif dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis dan faktor relasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk, kualitas layanan teknis, ketersediaan produk, citra merek, serta hubungan dengan pelanggan guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, sekaligus mengurangi kecenderungan pelanggan untuk berpindah ke pemasok alternatif.