Komoditas sotong dan cumi Indonesia memiliki
potensi yang besar untuk terus berkembang di pasar ekspor internasional. Hal
tersebut tercermin dari peningkatan nilai ekspor sotong dan cumi Indonesia dari
USD 427,9 juta pada tahun 2020 menjadi USD 734,1 juta pada tahun 2024 atau
meningkat sebanyak 71,6% dalam lima tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut
belum mampu menunjukkan bagaimana daya saing Indonesia dengan negara eksportir
lainnya seperti China, India, Spanyol, dan Peru yang juga memiliki nilai ekspor
yang besar di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
daya saing ekspor komoditas sotong dan cumi Indonesia di pasar internasional.
Penelitian ini menggunakan metode analisis RSCA (Revealed Symmetric
Comparative Advantage), ECI (Export Competitiveness Index), ISP
(Indeks Spesialisasi Perdagangan), dan AR (Acceleration Ratio) dengan
data sekunder time series 2005-2024. Hasil penelitian menunjukkan nilai
rata-rata RSCA Indonesia sebesar 0,45 menandakan Indonesia memiliki keunggulan
komparatif. Nilai rata-rata ECI Indonesia sebesar 1,17 menunjukkan peningkatan
pangsa pasar yang konsisten. Nilai rata-rata ISP Indonesia sebesar 0,89 menunjukkan
bahwa Indonesia cenderung sebagai pengekspor dan berada pada tahap kematangan.
Nilai rata-rata AR Indonesia sebesar 1,18 menunjukkan Indonesia mampu merebut
pangsa pasar ekspor di pasar internasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa komoditas sotong dan cumi Indonesia memiliki daya saing yang
kuat di pasar internasional baik dari aspek keunggulan komparatif, keunggulan
kompetitif, posisi perdagangan, maupun akselerasi ekspor. Oleh karena itu, daya
saing sotong dan cumi Indonesia perlu dipertahankan dan diperkuat melalui
peningkatan produktivitas dan kontinuitas pasokan, peningkatan efisiensi
logistik dan infrastruktur pelabuhan, pemantauan persyaratan pasar tujuan,
serta pemantauan perkembangan permintaan dan preferensi pasar ekspor.