Biji kakao memiliki karakteristik fisik dan kimia yang
berbeda tergantung pada faktor - faktor geografis tempat tumbuh tanaman kakao
tersebut. Kabupaten Kulon Progo di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
menjadikan tanaman kakao sebagai salah satu komoditas perkebunannya. Perbedaan
karakteristik yang terdapat pada biji kakao dapat dijadikan sebagai potensi
dalam pengembangan single origin chocolate pada biji kakao Kabupaten Kulon
Progo. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
pemberian variasi suhu dan lama waktu penyangraian terhadap karakteistik fisik
dan kimia biji kakao Kabupaten Kulon Progo sebagai langkah awal pengembangan
produk single origin chocolate. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap Faktorial (RALF) dengan suhu dan lama waktu sangrai sebagai faktornya
untuk mengetahui perubahan karakteristik fisik (diameter, susut bobot, rongga
permukaan, kekerasan, serta warna) dan kimia (kadar air, polifenol, flavonoid,
dan aktivitas antioksidan) biji kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan suhu dan lama waktu sangrai menyebabkan peningkatan pada diameter
dan susut bobot biji kakao. Kekerasan biji kakao mengalami penurunan seiring
dengan meningkatnya suhu dana lama waktu sangrai yang mana dipengaruhi oleh
perubahan rongga permukaan biji kakao ketika disangrai. Pada parameter warna,
peningkatan suhu dan lama waktu sangrai cenderung menurunkan nilai lightness biji kakao. Sedangkan, nilai redness, yellowness, chroma, intensitas
kemerahan, dan perubahan warna cenderung meningkat seiring peningkatan suhu dan
lama waktu sangrai yang digunakan. Peningkatan suhu dan lama waktu penyangraian
cenderung menurunkan besarnya kandungan kadar air, polifenol, flavanoid, dan
aktivitas antioksidan yang terdapat di dalam biji kakao.