Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas tanaman
yang paling banyak dipasarkan dan di konsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Produksi sawi hijau mengalami penurunan dari tahun 2021 hingga tahun 2023.
Penurunan tersebut diindikasi karena cara pemupukan yang salah. Pemupukan
secara kimia masih menjadi alasan kuat dari rusaknya lahan pertanian dan dalam
jangka panjang akan merusak lahan. Untuk itu penggunaan pupuk organik
diharapkan mampu mengubah kebiasaan buruk masyarakat dalam
ketergantungannya menggunakan pupuk kimia. Tujuan tugas akhir dengan
budidaya sawi hijau ini yaitu mengkaji budididaya sawi hijau (Brassica juncea L.)
dengan pemberian pupuk organik cair, serta mengkaji pemasaran dan analisis
usahatani pada hasil budidaya sawi hijau.
Kegiatan budidaya dilakukan di Desa Banjarejo Kabupaten Magetan
dengan ketinggian 104 mdpl dan suhu antara 30-310C. Budidaya dilakukan secara
konvensional di lahan, pengolahan lahan dilakukan 1 minggu sebelum masa
tanam dengan pencangkulan, selanjutnya dilakukan dengan pembuatan bedengan
dan pemasangan mulsa. Benih ditanam sebanyak 3-4 biji dalam 1 lubang tanam,
dengan jarak antar lubang 20x20cm. Pemupukan menggunakan POC GDM
selama 1 minggu sekali, penyiraman dilakukan 1x sehari pada pagi hari dan
penyiangan yang dilakukan setiap hari. Pengendalian hama menggunakan
insektisida nabati bawang putih, dan pemanenan dilakukan saat sawi mulai
berusia 28 HST dengan ciri fisik daun dan batang sudah lebih kuat.
Hasil budidaya sawi hijau dengan aplikasi POC menghasilkan total 120 kg
tanaman. Rata-rata tinggi tanaman 15,25 cm dengan jumlah daun rata-rata 9 helai.
Berat sawi hijau per tanaman sekitar 51,4 gram, dan dipanen pertama saat usia 28
HST. Segmen pasar tertuju untuk tengkulak/pedagang sayur, penyuka produk
organik, target pasar hanya menyediakan produk sawi hijau, posisi produk yaitu
tanpa menggunakan bahan kimia apapun. Pemasaran hasil budidaya sawi hijau
dilakukan dengan menjual kepada tengkulak sayur, sawi hijau dijual dengan harga
Rp 3.000/ikat. Berdasarkan hasil analisis, usahatani ini mengalami keuntungan
sebesar Rp 21.084,35.