Desa Banyurip merupakan desa di Kabupaten Sragen yang memiliki kawasan hutan cukup luas di mana hutan ini dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat untuk membudidayakan kacang Sacha Inchi. Budidaya kacang Sacha Inchi dilakukan secara monokultur maupun berbasis agroforestri. Tanaman kacang Sacha Inchi yang ditanam bersama jenis tanaman lainnya pada lahan agroforestri dapat memicu bervariasinya mikroorganisme tanah meliputi bakteri dan fungi yang khas, termasuk mikoriza, sehingga perlu dilakukan eksplorasi untuk mengetahui bagaimana sebarannya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari keragaman dan kepadatan spora mikoriza pada rhizosfer kacang Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) dan menganalisis karakteristik kimia tanah serta pengaruhnya terhadap kepadatan spora mikoriza. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu jenis lahan (L): lahan agroforestri jati dan Sacha Inchi (L1), lahan jati monokultur (L2), lahan agroforestri jati, Sacha Inchi, empon-empon (L3), lahan Sacha Inchi monokultur (L4) dan kedalaman tanah (K): 1-10 cm (K1), 11-20 cm (K2), 21-30 cm (K3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang kemudian diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genus spora mikoriza yang ditemukan adalah Glomus dan Acaulospora. Kepadatan spora mikoriza dari yang tertinggi terdapat pada L1 yaitu 242 spora/100 g tanah, L3 yaitu 126 spora/100 g tanah, L2 yaitu 77 spora/100 g tanah, L4 yaitu 53 spora/100 g tanah. Karakteristik kimia tanah yang berkorelasi dengan kepadatan spora mikoriza adalah pH tanah, C organik, dan P tersedia tanah.