Sistem agroforestri banyak dikembangkan di Desa Sumberejo, Batuwarno,
Wonogiri sebagai strategi adaptif terhadap kondisi lahan kering, topografi tidak
rata, dan kandungan batu gamping yang tinggi. Tanaman yang umum dijumpai
adalah kombinasi tanaman berkayu (jati dan bambu) dengan tanaman pangan
(jagung dan singkong) serta tanaman herbal (jahe). Kondisi lahan kering pada
wilayah ini memengaruhi keberadaan mikroorganisme tanah, termasuk mikoriza.
Mikoriza merupakan jamur fungsional yang mampu meningkatkan penyerapan air
dan hara untuk tanaman. Studi ini bertujuan menganalisis kelimpahan dan spora
mikoriza aktif pada berbagai tutupan lahan agroforestri (jati monokultur;
agroforestri jati dan jahe; agroforestri jati, bambu, dan singkong; agroforestri jati
dan jagung) serta kedalaman tanah (0-10 cm, 11-20 cm, 21-30 cm) dan mengetahui
sifat kimia tanah yang berkorelasi dengan spora mikoriza. Pengambilan sampel
dilakukan di 3 lokasi yang berbeda untuk setiap jenis tutupan lahan. Penelitian ini
adalah penelitian survei dan sampel dianalisis di laboratorium. Data dianalisis
secara statistik menggunakan ANOVA, DMRT, dan uji korelasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kelimpahan dan spora mikoriza aktif tertinggi terdapat pada
agroforestri jati dan jagung di kedalaman 0-10 cm yaitu 137 spora/100 g tanah
dengan persentase 66,67% spora aktif dan kelimpahan dan spora mikoriza aktif
terendah terdapat pada agroforestri jati dan jahe di kedalaman 21-30 cm yaitu 81
spora/100 g tanah dengan persentase 16,67% spora aktif. Genus spora mikoriza
yang ditemukan adalah Glomus sp. dan Acaulospora sp. Kedalaman tanah
berpengaruh terhadap kelimpahan spora mikoriza. Semakin dalam tanah semakin
sedikit kelimpahan dan spora mikoriza aktif. Sifat kimia tanah yang berkorelasi
dengan spora mikoriza adalah pH, karbon organik, fosfor tersedia, C/P rasio, dan
kalium tersedia.