Kutu daun Aphis gossypii merupakan hama yang merusak berbagai jenis tanaman, salah satunya yaitu cabai. A. gossypii menyerang tanaman inangnya dengan menusuk dan menghisap cairan yang berada di dalam daun sebagai makanannya sehingga daun tersebut menjadi kering, melengkung, berwarna kekuningan, hingga membuat daun rontok. Salah satu alternatif untuk mengendalikan hama kutu daun A. gossypii yang ramah lingkungan yaitu dengan pestisida nabati. Pada penelitian ini, tanaman cabai yang terserang kutu daun A. gossypii diberikan perlakuan air rendaman sabut kelapa untuk membuktikan efektivitas air rendaman sabut kelapa dalam mengendalikan hama kutu daun A. gossypii. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 1 faktor perlakuan, yaitu perlakuan air rendaman sabut kelapa terdiri dari 5 taraf yaitu 35 g L-1, 50 g L-1, 65 g L-1, 100 g L-1 dan kontrol (hanya perlakuan air). Setiap taraf diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 helai daun percobaan. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variabel pengamatan adalah Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5?n dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi air rendaman sabut kelapa 100 g L-1 memberikan rata-rata pertambahan populasi yang paling rendah namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Air rendaman sabut kelapa berperan sebagai penghambat dalam regenerasi namun tidak berperan dalam membunuh A. gossypii karena tidak ditemukan A. gossypii yang mati saat pengamatan. Intensitas kerusakan daun tidak memberikan hasil yang signifikan, jumlah kutu daun A. gossypii yang rendah tidak memberikan hasil intensitas kerusakan yang rendah pula. Ditemukan tiga spesies Arthropoda predator di tanaman cabai merah besar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Propylea sp. (Family: Coccinellidae), Harmonia sp. (Family: Coccinellidae), dan laba-laba pelompat (Family: Salticidae).