Kawasan karst memiliki potensi sebagai penyerap karbon. Stok karbon organik tanah mengacu pada jumlah karbon yang tersimpan dalam tanah yang berbentuk bahan organik, seperti residu dari tanaman dan hewan. Stok karbon organik tanah (SOC stocks) sangat penting untuk konservasi kawasan karst, terutama menjaga kemantapan agregat, porositas, dan kemampuan menyimpan lengas tanah. Penelitian ini bertujuan mengukur SOC stocks pada 7 satuan peta lahan (SPL) yang berbeda di Kawasan Karst Timur Kabupaten Pacitan yang memiliki kerentanan air tanah tinggi. SPL merupakan hasil tumpang susun peta penggunaan lahan dan jenis tanah. Penggunaan lahan yang diteliti meliputi semak belukar, pertanian lahan kering, dan hutan rakyat. Ragam jenis tanah meliputi Fluvisols, Lithosols, dan Rendzina. Setiap SPL diulang sebanyak 3-5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah dan penggunaan lahan (p < 0,05) mempengaruhi SOC stocks. Penggunaan lahan (p < 0,05) berpengaruh terhadap porositas, namun jenis tanah (p > 0,05) tidak berpengaruh. Kandungan SOC stocks tertinggi di SPL 5 (hutan rakyat, Fluvisols) sebesar 3,24 kg. m-2, dan terendah pada SPL 1 (semak belukar, Lithosols) sebesar 1,14 kg. m-2. Porositas tertinggi ditemukan pada SPL 7 (hutan rakyat, Lithosols) sebesar 54,26% dan terendah ditemukan pada SPL 3 (pertanian lahan kering, Lithosols) sebesar 35,97%. Persentase luasan wilayah berdasarkan analisis distribusi spasial dengan nilai SOC stocks 1-2 kg. m-2 adalah 61,94% (4.465,25 ha), 2-3 kg. m-2 adalah 16,63% (1.198,85 ha), dan 3-4 kg. m-2 adalah 21,43% (1.544,88 ha). Sementara, pada nilai porositas tanah 30-40% adalah 51,55% (3.716,23 ha), 40-50% adalah 23,15% (1.668,88 ha), dan 50-60% adalah 25,30% (1.823,87 ha). SOC stocks memiliki hubungan yang kuat dengan porositas tanah (r=0,48*), semakin tinggi SOC stocks maka porositas tanah akan meningkat. Faktor yang paling menentukan SOC stocks adalah karbon organik tanah dan biomassa serasah, keduanya berkontribusi sebesar 79,60% terhadap stok karbon organik tanah, dan sisanya 21,40% dipengaruhi oleh parameter lain. Strategi pengelolaan Kawasan Karst Timur Kabupaten Pacitan adalah meningkatkan karbon organik tanah dengan memperbanyak tutupan vegetasi dengan beragam jenis yang dikelola secara agroforestri sehingga meningkatkan fungsi lahan karst sebagai kawasan konservasi air dan tanah yang baik.