Kolagen merupakan komponen utama dalam
tulang ayam broiler (Gallus gallus
domesticus) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kolagen bermanfaat
untuk kulit sebagai anti-aging, meningkatkan kelembaban kulit,
menjaga kulit dari radikal bebas, dan menjaga elastisitas kulit. Penuaan atau aging
adalah hilangnya kulit dalam mempertahankan dan memperbaiki fungsi
fisiologis kulit. Salah satu penyebab penuaan adalah radikal bebas yang
diakibatkan oleh sinar ultraviolet B. Penggunaan mikroemulsi topikal dengan
variasi VCO sebagai fase minyak penting karena dapat menghasilkan partikel yang
lebih kecil. Mikroemulsi bersifat transparan, termodinamik, dan stabilitasnya
baik.Penelitian menggunakan metode experimental laboratory. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui potensi kolagen tulang ayam broiler (Gallus gallus domesticus) sebagai
sediaan topikal pada formulasi mikroemulsi dengan variasi Virgin Coconut Oil
(VCO) 5%, 10%, dan 15%. Kolagen dari tulang ayam broiler diekstrak (hidro-ekstraksi) kemudian
diformulasikan menjadi mikroemulsi dengan variasi VCO. Evaluasi fisik dan kimia
meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat,
ukuran partikel, dan stabilitas. Uji secara in-vivo dengan penyinaran
UV-B serta menganalisis ekpresi sel fibroblas dan kepadatan kolagen metode
histologi. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan SPSS uji
ANOVA satu arah, Kruskall-Wallis, dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mikroemulsi dengan VCO yang bervariasi dapat diformulasikan serta mempengaruhi parameter
fisik dan kimia, namun belum seluruh formula memenuhi standar sediaan topikal.
Konsentrasi VCO 15% menunjukkan hasil terbaik. Pengujian mikroemulsi kolagen tulang ayam
broiler secara in-vivo memiliki aktivitas anti-aging yang ditandai
dengan peningkatan jumlah sel fibroblas dan kepadatan kolagen pada kulit tikus.