Penuaan kulit merupakan proses alami yang ditandai dengan menurunnya elastisitas dan jumlah kolagen. Kolagen berperan penting dalam menjaga struktur serta kelembapan kulit. Tulang ayam kampung diketahui mengandung kolagen dalam jumlah tinggi, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik anti-aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sediaan nanokrim berbasis kolagen dari tulang ayam kampung.Kolagen diekstraksi melalui metode pretreatment dan hidro-ekstraksi. Sediaan nanokrim dibuat menggunakan metode sonikasi untuk memperkecil ukuran partikel. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik sediaan, meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, tipe emulsi, ukuran partikel, dan stabilitas, pada masing-masing konsentrasi kolagen sebesar 1,5%, 2,5%, dan 3,5% (b/v). Efektivitas anti-aging diuji melalui pengamatan jumlah sel fibroblast dan ketebalan kolagen pada kulit tikus Wistar dengan luka sayat. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dengan bantuan perangkat lunak IBM® SPSS® Statistics 22.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi karakteristik fisik sediaan krim yang baik, kecuali pada uji daya sebar, di mana hanya formula 3 (konsentrasi 3,5%) yang memenuhi persyaratan. Formula tersebut juga menunjukkan kestabilan setelah uji cycling test serta memberikan hasil paling optimal dalam meningkatkan jumlah sel fibroblast dan ketebalan kolagen. Hal ini mengindikasikan aktivitas anti-aging yang potensial. Dengan demikian, kolagen dari tulang ayam kampung berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik anti-aging.