Dwi Puspitasari. K5421030.
Pembimbing I: Dr. Singgih Prihadi, S.Pd., M.Pd. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI AUGMENTED
REALITY BERBANTUAN ASSEMBLR EDU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUANBERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK (Materi Vulkanisme
dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Kelas X di SMA Islam 1 Surakarta). Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,
April 2025.Perkembangan teknologi memberikan dampak signifikan
terhadap pendidikan, terutama dalam optimalisasi media pembelajaran. Namun,
media yang tersedia masih terbatas dan kurang menarik minat peserta didik untuk
berpikir kreatif. Pemanfaatan teknologi, khususnya media berbasis Augmented Reality (AR) masih belum
optimal di kalangan pendidik dan peserta didik.
Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap
media animasi AR pada materi
Vulkanisme dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan, (2) Menilai kelayakan media pembelajaran
animasi AR, dan (3) Menganalisis efektivitas media AR dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode
R&D dengan model pengembangan ADDIE. Pengembangan media AR berbantuan
platform Assemblr Edu yang mudah diakses. Data dikumpulkan melalui angket
kebutuhan, wawancara dengan guru, dokumentasi, serta tes. Penelitian ini
menggunakan purposive sampling dan
validitas instrumen diuji oleh dosen, guru, serta peserta didik menggunakan
korelasi Pearson. Teknik analisis data meliputi penggunaan skala Likert,
Guttman, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama,
kebutuhan peserta didik terhadap media AR berada pada tingkat sedang hingga tinggi.
Kedua, Media animasi
AR yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh ahli, guru, dan peserta
didik. Ketiga, media
AR efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, yang ditunjukkan oleh
respons positif setelah penggunaannya. Media Augmented Reality diterapkan untuk mendukung peningkatan mutu
pembelajaran geografi dan menyesuaikan tujuan pembelajaran dengan kebutuhan
peserta didik digital native.