Beton merupakan material konstruksi yang sangat penting dan sering
digunakan dalam pembangunan berbagai macam infrastruktur karena memiliki sifat
mekanik yang baik khususnya dalam kuat tekan. Namun, beton memiliki
kelemahan, yaitu bersifat getas dan lemah terhadap tarik. Sebagai solusi
permasalahan tersebut, dapat digunakan bahan tambah untuk meningkatkan
kualitas beton, yang salah satunya yaitu serat hybrid. Beton serat hybrid pada
penelitian ini menggunakan serat sintetis mikro (Poliamida 6,6) dan serat alam.
Serat sintetis mikro (Poliamida 6,6) menjadi alternatif serat yang banyak digunakan
sebagai bahan tambah beton karena dapat mengontrol retak akibat susut plastis.
Serat rami juga memiliki potensi untuk dijadikan perkuatan karena memiliki
kekuatan tarik yang cukup tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan serat
sintetis mikro (Poliamida 6,6) dan serat rami sebagai bahan tambah terhadap kuat
tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbasis
eksperimental dengan mengacu pada SNI 7656-2012. Variasi bahan tambah serat
sintetis mikro (Poliamida 6,6) dengan fraksi volume serat sebesar 0,06% serta
variasi serat rami sebesar 0,00%, 0,25%, 0,50%, dan 0,75% terhadap berat semen
digunakan sebagai variabel bebas dengan kuat tarik belah sebagai variabel
terikatnya. Beton normal tanpa bahan tambah digunakan sebagai variabel kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serat sintetis mikro
(Poliamida 6,6) dan serat rami sebagai bahan tambah berpengaruh terhadap kuat
tarik belah beton. Kuat tarik belah mengalami trend kenaikan seiring dengan
peningkatan persentase bahan inovasi. Variasi beton inovasi dengan penambahan
serat sintetis mikro (Poliamida 6,6) 0,06?n serat rami 0,50% (V4) menunjukkan
hasil yang paling optimal yaitu sebesar 2,76 MPa pada umur 28 hari. Kenaikan kuat
tarik belah akibat penambahan serat sintetis mikro (Poliamida 6,6) dan serat rami
sebagai elemen penguat yang mampu menahan serta menyebarkan tegangan tarik
di dalam material. Serat – serat ini memperkuat struktur internal, mengurangi
kemungkinan terjadinya retak, serta meningkatkan ketahanan material terhadap
gaya tarik, sehingga menghasilkan material yang lebih kuat dan awet.