Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi isu serius, dengan
volume mencapai 69,9 juta ton pada tahun
2023 menurut data SIPSN. Sebagian besar sampah belum
terkelola dengan baik, sehingga diperlukan media edukasi yang menarik untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar atau mahasiswa.
Sebagai solusi, dikembangkan ARecycle, sebuah game edukatif berbasis Augmented
Reality (AR) untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan.Pengembangan ARecycle menggunakan metode Game Development Life
Cycle (GDLC) yang terdiri dari Initiation, Pre-Production, Production,
Testing, Beta, dan Release. Aplikasi ini terdapat gameplay pengumpulan sampah dengan mode belajar mengenai sampah Recycle
dan Non-Recycle, serta mode bermain. Dalam mode bermain, pengguna
berinteraksi dengan lingkungan virtual secara markerless dengan memindai
permukaan datar, dilengkapi fitur penempatan dan pengaturan objek AR secara
interaktif. Pengguna akan mengumpulkan dan memilah sampah ke dalam kategori Recycle
dan Non-Recycle, dengan sistem skor dan waktu sebagai fitur utama.
Dengan demikian, terciptalah aplikasi yang intuitif dan edukatif.
Hasil Pengujian Black Box, Kompatibilitas, dan Readability
menunjukkan bahwa aplikasi berfungsi dengan baik dan kompatibel di berbagai
perangkat, dengan deteksi permukaan AR yang presisi dalam berbagai kondisi
pencahayaan. Sementara itu, Pengujian End User mengungkapkan mayoritas
responden (91,4%) sudah mengetahui teknologi AR, dan 68,6% melaporkan peningkatan pengetahuan
signifikan setelah menggunakan aplikasi ini. Secara keseluruhan, aplikasi
terbukti efektif sebagai media pembelajaran berbasis AR yang menarik, intuitif,
dan mampu meningkatkan pemahaman serta kepedulian terhadap pengelolaan sampah.