Lahan kritis merupakan lahan atau tanah yang tidak lagi produktif karena
pengelolaan dan penggunaan lahan yang tidak memperhatikan syarat-syarat
konservasi tanah dan air. Salah satu upaya untuk mengatasi lahan kritis adalah
dengan rehabilitasi hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
persen tumbuh, kondisi tanaman dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan
rehabilitasi hutan dan lahan di HTR KTH Mitra Pamaingan. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 di Hutan Tanaman
Rakyat KTH Mitra Pamaingan Desa Penopa Kabupaten Lamandau. Tanaman
rehabilitasi yang digunakan terdiri dari beberapa spesies MPTS (Multi Purpose
Tree Species) dengan umur 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode
systematic sampling with random start dengan intensitas sampling (IS) 10?n
luas plot pengamatan seluas 0,1 ha (40×25 m). Parameter yang diamati meliputi
parameter pertumbuhan tanaman (persen tumbuh, tinggi, diameter, dan
kesehatan tanaman) dan faktor lingkungan (suhu udara, kelembapan udara,
elevasi, kelerengan dan pH tanah). Hasil penelitian menunjukkan persentase
tumbuh tanaman sebesar 67,14% (sedang) dengan rata-rata tinggi 65,77 cm dan
diameter 1,25 cm. Kondisi tanaman rehabilitasi dengan kategori sehat sebesar
17,26%, kurang sehat 66,96%, dan merana 15,78%. Faktor lingkungan yang
diamati memberikan pengaruh yang beragam terhadap pertumbuhan tanaman.
Tiap spesies menunjukkan respon terhadap kondisi lingkungan yang berbeda
karena adanya perbedaan syarat tempat tumbuh tanaman. Kerapatan gulma yang
disebabkan pemeliharaan tidak intensif juga menjadi faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman secara simultan.