Desa wonodadi merupakan salah satu desa di Pracimantoro yang memiliki lahan kritis. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) telah dilakukan pada tahun 2022 menggunakan jenis tanaman kayu putih sebagai bentuk penanggulangan. Evaluasi kesesuaian lahan tanaman kayu putih dilakukan sebagai informasi pendukung optimalisasi penggunaan tanaman kayu putih untuk RHL di Desa Wonodadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan kesesuaian lahan tanaman kayu putih untuk RHL di Desa Wonodadi, Pracimantoro, Wonogiri. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada bulan Mei 2023 menggunakan metode purposive sampling, dilanjutkan dengan matching atau pencocokan keseluruhan parameter untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan tanaman kayu putih. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan di Desa Wonodadi memiliki kesesuaian lahan aktual kelas N (tidak sesuai) pada seluruh SPL dengan faktor pembatas utama berupa ketinggian tempat. Sedangkan faktor pembatas lain masuk ke dalam kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas drainase, N total, P tersedia, K tersedia, batuan permukaan dan singkapan batuan dan kelas kesesuaian S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas pada temperatur, curah hujan, tekstur, dan kelerengan. Adapun kelas kesesuaian lahan potensial S3 (sesuai marginal) pada SPL 2, SPL 3, dan SPL 6 yang memiliki faktor pembatas pH dan C-organik serta kelas S2 (cukup sesuai) pada SPL 1, SPL 4, dan SPL 5 dengan faktor pembatas drainase, pH, C-organik, N total, P tersedia, K tersedia, batuan permukaan, dan singkapan batuan. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan atau rekomendasi untuk perbaikan lahan di Desa Wonodadi menurut faktor pembatas meliputi pengolahan lahan dengan pembuatan parit kecil, pemberian pupuk pengasaman dan bahan organik seperti pupuk bokashi, pupuk kendang, penambahan kombinasi FABA (Fly Ash Bottom Ash) ataupun pupuk organik cair POC urin sapi, pemupukan dengan pupuk fosfor dan pupuk KCL.