Selai lembaran cokelat susu merupakan inovasi dari selai oles yang lebih praktis dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi cokelat susu (0–22,83%) terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris selai lembaran. Parameter yang dianalisis meliputi tekstur, warna, sineresis, kadar air, lemak, protein, kalori, total fenol, aktivitas antioksidan, serta uji kesukaan dan persepsi panelis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi konsentrasi cokelat susu (0%, 6,89%, 12,89%, 18,16%, dan 22,83%), tiga kali pengulangan pembuatan sampel, serta dua kali pengulangan analisis. Analisis data fisik dan kimia dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Uji sensoris dianalisis melalui perangkat XLSTAT menggunakan metode Friedman dan dilanjutkan Nemenyi, sedangkan perbandingan penerimaan panelis terhadap konsumsi dengan dan tanpa roti dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Persepsi atribut produk dievaluasi dengan metode Check All That Apply (CATA). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi cokelat susu secara signifikan meningkatkan kadar lemak (hingga 17,50%), protein (hingga 4,66%), aktivitas antioksidan (hingga 85,92%), total fenol (hingga 0,25 mg GAE/g), dan kalori (hingga 3,50 kkal/g), serta menurunkan kadar air dan nilai sineresis, yang berkontribusi pada tekstur yang lebih padat. Secara sensoris, formulasi dengan konsentrasi tinggi (18,16%–22,83%) memberikan rasa dan tekstur yang lebih disukai serta dianggap lebih familiar oleh panelis. Uji CATA menunjukkan atribut seperti “familiar”, “autentik”, “kompleks”, dan “seperti selai cokelat pada umumnya” lebih dominan pada konsentrasi tinggi. Formulasi dengan konsentrasi 18,16?n 22,83% merupakan pilihan terbaik berdasarkan keseimbangan mutu fisik, kimia, dan sensoris.