Latar Belakang: Pekerja packing pada PT X bekerja menggunakan kursi tanpa
sandaran punggung, sehingga berisiko mengalami low back pain. Hasil pengukuran
ergonomi menggunakan Gangguan Otot Tulang Akibat Kerja (GOTRAK) oleh pihak
ketiga didapatkan skor 3 yang berarti diperlukannya pengamatan lebih lanjut. Salah
satu cara untuk menurunkan tingkat keluhan low back pain menggunakan kursi
ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kursi ergonomis terhadap
penurunan tingkat keluhan low back pain pekerja packing di PT X.
Metode: Penelitian ini menggunakan model quasi-eksperimental dengan pre-test post
test group design. Kuesioner yang digunakan yaitu the pain and distess scale dan
nordic body map. Populasi pada penelitian ini adalah 70 orang dengan teknik sampling
yaitu total sampling. Populasi dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kontrol.
Kelompok intervensi terdiri dari 42 orang dan kelompok kontrol 28 orang. Uji yang
digunakan yaitu paired t-test dan independent t-test.
Hasil: Hasil uji paired t-test pada hasil pre-test dan post-test kelompok intervensi
menunjukkan hasil p-value 0,000. Hasil ini menunjukkan perbedaan signifikan pada
kedua kuesioner, sedangkan pada kelompok kontrol hasil kuesioner the pain and
distress scale tidak terdapat perbedaan signifikan p-value 0,836 yang berarti stagnan
pada hasil pre-test dan post-test. Hasil analisis nordic body map menunjukkan adanya
perbedaan signifikan p-value 0,001 ini karena adanya kenaikan pada hasil kuesioner.
Analisis uji independent t-test antara post-test kedua kelompok terdapat perbedaan
signifikan dengan p-value < 0>Simpulan: Kursi ergonomis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan
tingkat keluhan low back pain pada pekerja packing di PT X