Kesuburan tanah merupakan acuan dari sistem pertanian yang berkelanjutan.
Penggunaan lahan yang intensif tanpa adanya pergiliran tanaman dapat
mengakibatkan penurunan unsur hara, sehingga kesuburan tanah akan menurun.
Pemetaan status kesuburan tanah perlu dilakukan sebagai acuan dalam melakukan
pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan faktor
penentu kesuburan tanah serta memberikan rekomendasi untuk mempertahankan
ataupun meningkatkannya. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada berbagai
jenis penggunaan lahan di Kecamatan Ende, Ende. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan survei lapangan. Pengambilan
sampel melalui metode purposive sampling dengan pengamatan lapangan dan
analisis laboratorium.
Penelitian ini menggunakan sumber keragaman jenis tanah (Alfisols), curah
hujan (1102.34 mm/tahun), kelas kemiringan lereng (0-8%, 8-15%, 15-25%, dan
25-45%), dan jenis penggunaan lahan (hutan, kebun, padang rumput, dan tegalan)
dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 titik pengambilan sampel. Parameter yang
diamatai meliputi pH aktual, pH potensial, N total, P tersedia, K tersedia, C organik,
KTK, kejenuhan basa, C/N rasio, tekstur, dan biomassa C mikroba. Analisis data
yang digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA) untuk menentukan
nilai Soil Fertility Index (SFI), dilanjutkan uji Pearson Correlation, analysis of
variance (ANOVA), dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui faktor penentu kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkan Status
kesuburan tanah pada berbagai jenis penggunaan lahan di Kecamatan Ende adalah
sedang dan tinggi. Penggunaan lahan hutan (4.796,98 ha) memiliki status kesuburan
tanah sedang. Sementara itu, penggunaan lahan padang rumput (8.505,59 ha),
kebun (1.442,90 ha), dan tegalan (1.615,75 ha) memiliki status kesuburan tanah
tinggi. Indikator yang menjadi faktor penentu kesuburan tanah adalah pH potensial,
C organik, dan KTK. Rekomendasi untuk mempertahankan serta meningkatkan
kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian kapur pertanian untuk lahan
dengan nilai pH potensial rendah dan pemberian pupuk serta bahan organik untuk
mempertahankan kandungan C organik dan KTK.