Rayap memiliki peran penting dalam tanah karena membantu proses dekomposisi bahan organik dan pembentukan tanah, yang berdampak signifikan terhadap berbagai sifat fisik tanah. Namun, kenyataannya banyak yang masih menganggap rayap sebagai hama karena kemampuannya merusak lingkungan. Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya terjadi pada area bangunan, tetapi juga pada sektor pertanian. Meskipun demikian, tidak semua aktivitas rayap berdampak negatif. Aktivitas rayap menghasilkan kotoran (fecal) yang membantu meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki aerasi. Hal tersebut berkontribusi positif terhadap kemantapan agregat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan rayap di dalam tanah terhadap kemantapan agregat tanah di bawah tegakan pinus dan mahoni pada lahan di KHDTK Gunung Bromo. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara kemantapan agregat tanah dan keberadaan rayap tanah dengan parameter sifat fisik tanah lainnya seperti C-organik, bobot volume (BV), berat jenis (BJ), porositas, permeabilitas, dan infiltrasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2024 di KHDTK Gunung Bromo, Karanganyar, Jawa Tengah, dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Penentuan titik sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan enam jenis tegakan yang dipilih berdasarkan kemiringan lahan yang agak landai, yaitu 8–15%. Keberadaan rayap tanah ditentukan berdasarkan kelas kerusakan. Penentuan indeks keanekaragaman rayap menggunakan indeks Shannon-Wiener. Perhitungan kemantapan agregat tanah dilakukan menggunakan metode pengayakan ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari tegakan dan tingkat kerusakan terhadap kemantapan agregat tanah. Pada tegakan Pinus 1973 K3 (100,8), Mahoni 1949 K2 (118,7), dan Pinus 1973 K4 (124,67), masing-masing menunjukkan nilai kemantapan agregat tanah yang tinggi dan tergolong dalam kelas kemantapan agregat sangat mantap. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kemantapan agregat tanah dan keberadaan rayap dalam tanah, serta hubungan positif yang signifikan antara kemantapan agregat tanah dengan C-organik, BV, dan permeabilitas. Selain itu, keberadaan rayap dalam tanah juga menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan permeabilitas dan infiltrasi