Rayap tanah merupakan ancaman serius bagi tegakan pohon pinus (Pinus
merkusii) di KHDTK Gunung Bromo. Pada penelitian sebelumnya tentang
kesehatan hutan di KHDTK Gunung Bromo diketahui rayap menjadi salah satu
faktor kerusakan terbesar pada tegakan pinus. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi jenis rayap tanah dan menganalisis intensitas
serangannya terhadap pasak kayu pinus serta memberikan rekomendasi tindakan
penanggulanganya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling
dengan membuat 4 plot uji berukuran masing-masing 20 × 20 m², yang dipasang
36 pasak umpan pasak kayu perplot dengan total 144 pasak dengan berukuran
3×3×30 cm³. Penelitian dilakukan selama 8 minggu dimana data utama di minggu
ke-2, sedangkan minggu ke-4, 6, 8 untuk mengetahui trend kenaikan intensitas
serangan rayap tanah. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga genus rayap
tanah, yaitu Macrotermes sp., Microtermes sp., dan Schedorhinotermes sp..
Schedorhinotermes sp. mendominasi sebagian besar plot, terutama plot 1 dan 2.
Selain rayap tanah, ditemukan pula organisme perusak lainnya berupa jamur.
Intensitas serangan pada minggu ke-2 tertinggi terjadi pada plot 4 (55%),
sedangkan intensitas pada plot 1, 2, dan 3 yaitu 41%, 28%, dan 33%. Intensitas
serangan selama 8 minggu menunjukkan nilai tertinggi pada plot ke-3 mencapai
87?n terendah pada plot ke-1 sebesar 63%. Sedangkan untuk kenaikan
intensitas serangan dari minggu ke-2 hingga minggu ke-8 tertinggi pada plot ke-3
dengan kenaikan sebesar 54%, sedangkan pada plot ke-1, 2, 4 yaitu 22, 31, dan
48%. Rekomendasi pengendalian rayap mencakup praktik budidaya yang baik,
pemantauan rutin, penggunaan serbuk gergaji jati untuk mengusir rayap,
pengaplikasian insektisida, penggunaan umpan toksin, pemusnahan sarang rayap
secara mekanis.