Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang
menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan. Peramalan harga saham menjadi
salah satu cara yang dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi
yang lebih tepat untuk menghadapi fluktuasi harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk
meramalkan harga penutupan saham harian menggunakan model ARIMA dan hibrida
ARIMA - neural network. Data yang
digunakan merupakan harga saham PT Bank Central Asia periode Desember 2023
hingga November 2024 dengan data training dari periode 1 Desember 2023 - 24 September 2024 dan data testing dari periode 25 September 2024 - 29
November 2024.
Pemodelan ARIMA dilakukan melalui penentuan orde berdasarkan ACF dan PACF,
dilanjutkan dengan estimasi parameter, pengujian signifikansi parameter, pengujian
diagnostik model, dan evaluasi model menggunakan MAPE. Nilai residu dari model
ARIMA kemudian digunakan sebagai input untuk pelatihan model neural network. Selanjutnya, nilai
peramalan model ARIMA dan neural network digabungkan membentuk model
hibrida ARIMA – NN. Penilaian akhir dilakukan dengan membandingkan nilai MAPE masing-masing
model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (2,1,0) sebagai model
ARIMA terbaik dengan nilai MAPE data testing 1,0555%, sedangkan model hibrida ARIMA (2,1,0) -
NN (5,15,1) sebagai model hibrida terbaik dengan nilai MAPE data testing 1,547 %. Peramalan
dengan model hibrida memiliki nilai MAPE yang lebih kecil dibandingkan model
ARIMA, tetapi kedua model tidak menunjukkan perbedaan peramalan yang signifikan.