Latar Belakang : Industri tekstil merupakan sektor padat karya
yang rentan terhadap stres kerja akibat tekanan fisik dan lingkungan kerja yang
tidak nyaman. Pekerja bagian weaving di PT DMDT IV, Boyolali, menghadapi
risiko stres tinggi karena harus mengoperasikan banyak mesin tenun sambil
berdiri dalam kondisi panas, berdebu, dan bising. Kondisi ini memicu kelelahan,
penurunan konsentrasi, serta gangguan kesejahteraan mental. Namun, hingga saat
ini belum tersedia intervensi yang efektif untuk mengatasi stres kerja pada
bagian tersebut.. Metode : Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent
control group design. Sebanyak 70 responden dibagi menjadi dua kelompok,
yaitu 35 kelompok eksperimen dan 35 kelompok kontrol. Intervensi diberikan
melalui inhalasi selama lima hari berturut-turut. Pengukuran stres dilakukan
menggunakan kuesioner DASS-21 sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data
menggunakan uji Marginal Homogeneity, uji Kolmogorv-Smirnov dan Cohen’s
d. Hasil : Uji Marginal Homogeneity
menunjukkan perubahan yang signifikan dalam tingkat stres kerja pada kelompok
eksperimen (p = 0,001). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan
perubahan yang signifikan pada tingkat stres kerja (p = 0,083). Hasil uji Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan perbedaan distribusi tingkat stres yang signifikan antara kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol (p = 0,016). Nilai Cohen’s d sebesar
-0,914 juga menunjukkan bahwa intervensi aromaterapi lavender sangat efektif
menurunkan tingkat stres kerja. Simpulan : Aromaterapi lavender terbukti
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stres kerja pada pekerja weaving
dan dapat dijadikan intervensi sederhana, aman, dan aplikatif di liingkungan
kerja industri.