Latar Belakang: Debu kapas di tempat kerja dapat penurunan fungsi paru pekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
penurunan fungsi paru pekerja Spinning PT X Sragen.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan
pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja Spinning
PT X Sragen shift A dan B sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah total
sampling sebanyak 60 orang. Pengukuran fungsi paru dilakukan dengan spirometer.
Sedangkan pengukuran usia, merokok, status gizi, riwayat penyakit paru, merokok,
masa kerja, penggunaan APD dan keluhan subjektif dilakukan menggunakan
kuesioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis
multivariat dilakukan menggunakan regresi logistik multinomial.
Hasil: Analisis univariat didapatkan responden usia >30 tahun 56,7%, jenis
kelamin wanita 71,7%, status gizi normal 46,7%, bukan perokok 78,3%, tidak
memiliki riwayat penyakit paru 93,3%, masa kerja ≥5 tahun 51,7%, menggunakan
APD 53,3%, tidak memiliki keluhan subyektif 55%. Hasil analisis bivariat
menunjukkan variabel yang berhubungan dengan fungsi paru adalah usia (p
value=0,007), kebiasaan merokok (p-value=0,012), masa kerja (p-value=0,00), dan
penggunaan APD (p-value=0,01). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan
dengan fungsi paru adalah jenis kelamin (p-value=0,057), status gizi (p
value=0,107), riwayat penyakit paru (p-value=0,192), dan keluhan subyektif (p
value=0,112). Analisis multivariat didapatkan variabel paling dominan
menyebabkan gangguan restriktif adalah masa kerja (p-value=0,013) dan variabel
paling dominan menyebabkan gangguan obstruktif adalah merokok (p
value=0,008).
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan usia, merokok, masa kerja dan
penggunaan APD berhubungan dengan penurunan fungsi paru. Masa kerja menjadi
faktor paling dominan menyebabkan gangguan restriktif sedangkan merokok
adalah faktor yang paling dominan menyebabkan gangguan obstruktif.