Latar Belakang: Industri pengecoran logam memiliki risiko paparan iklim kerja panas yang tinggi, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi. Dehidrasi yang tidak ditangani dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas kerja, serta meningkatkan risiko gangguan fungsi organ tubuh. Salah satu permasalahan yang kerap muncul adalah paparan iklim kerja panas akibat proses tersebut, yang mengakibatkan pekerja mengalami lemas, pusing, kelelahan, penurunan produktivitas, dan dehidrasi. Untuk itu, peneliti memberikan intervensi pemberian air minum sebagai upaya strategis dalam mencegah dan mengurangi dehidrasi pada pekerja yang terpapar iklim kerja panas.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 32 orang yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian air minum sebanyak 250 ml setiap 30–45 menit selama 5 hari kerja (total ±4.000 ml/hari). Pengukuran tingkat dehidrasi dilakukan menggunakan metode PURI berdasarkan warna urine. Analisis data menggunakan uji Friedman dan Mann-Whitney.Hasil: Terdapat penurunan tingkat dehidrasi yang signifikan pada kelompok eksperimen sejak hari pertama intervensi (p < 0>Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan tingkat dehidrasi antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah intervensi (p < 0>Simpulan: Intervensi pemberian air minum 4.000ml/hari secara teratur efektif menurunkan tingkat dehidrasi akibat iklim kerja panas pada pekerja pengecoran logam.Kata Kunci: air minum, dehidrasi, iklim kerja panas, industri pengecoran logam, pekerja.