Perawat pada ruang Intensive
Care Unit (ICU) memiliki tanggung jawab dan tuntutan yang besar dalam
memberikan pelayanan kepada pasien dengan kondisi kritis yang dapat
mengakibatkan beban kerja mental. Tingginya beban kerja mental yang dialami
perawat ICU berpotensi menimbulkan kelelahan kerja yang berdampak pada
kesehatan perawat dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
hubungan antara beban kerja mental dan kelelahan kerja pada perawat di ruang intensive
care unit. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang perawat ruang ICU.
Beban kerja mental diukur menggunakan kuesioner National Aeronautics &
Space Administration - NASA (NASA - Task
Load Index - TLX) dan kelelahan kerja diukur secara subjektif menggunakan
kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue
Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat
memiliki tingkat beban kerja mental yang tinggi dan tingkat kelelahan kerja
dalam kategori sedang. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh
nilai signifikansi sebesar 0,046 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,367
yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan korelasi cukup antara
beban kerja mental dan kelelahan kerja perawat ruang ICU di Rumah Sakit XYZ.
Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar manajemen rumah
sakit melakukan pengaturan beban kerja, peninjauan sistem shift, dan
menyediakan program manajemen stres untuk mengurangi risiko kelelahan kerja
perawat ruang ICU.