Lada
merupakan salah satu komoditas rempah yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
Indonesia sebagai bumbu dapur. Produksi lada di Indonesia dalam kurun waktu
2021-2023 terus mengalami penurunan. Penurunan hasil produksi lada dapat
disebabkan oleh tanaman yang semakin menurun karena tanaman induk sudah tidak
produktif. Perbanyakan vegetatif stek lada secara konvensional umum digunakan
tetapi membutuhkan lahan luas dan rentan terserang penyakit. Sistem rakit apung
menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk perbanyakan vegetatif lada dengan
stek. Pemberian aerasi dan vitamin B1 akan mendukung pertumbuhan stek pada
rakit apung untuk memenuhi pasokan oksigen dan merangsang pertumbuhan akar. Hal
yang perlu dipelajari adalah bagaimana pengaruh lama aerasi dan vitamin B1 untuk
pertumbuhan stek lada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi lama aerasi dan vitamin B1 pada pertumbuhan stek
lada. Penelitian
dilaksanakan pada November 2024-Maret 2025 bertempat di Karangasem, Kecamatan
Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksakan dengan
menggunakan rancangan acak kelompok lengkap menggunakan 2 faktor perlakuan.
Faktor perlakuan yang digunakan adalah lama aerasi dengan 3 taraf perlakuan
serta vitamin B1 dengan 2 taraf perlakuan. Variabel yang diamati pada rakit
apung yaitu waktu kemunculan akar, panjang akar, jumlah akar, serta persentase
keberhasilan tumbuh akar sedangkan pada aklimatisasi yaitu tinggi tanaman,
jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara lama aerasi dan vitamin
B1 pada pertumbuhan lada di rakit apung. Lama aerasi tidak memberikan pengaruh
pada pertumbuhan lada di rakit apung. Tanpa vitamin B1 menghasilkan waktu
kemunculan akar lebih cepat. Pertumbuhan stek yang diaklimatisasi menujukkan
keberhasilan tumbuh sebesar 32,25%.