Penulis Utama : Helmi Dwi Kusuma
NIM / NIP : H0721068

Perbanyakan vegetatif dan generatif tanaman alpukat (Persea americana) secara konvensional masih menghadapi berbagai keterbatasan, antara lain tingkat keberhasilan yang rendah, waktu pembibitan yang relatif lama, serta mutu bibit yang tidak seragam. Permasalahan tersebut semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan akan bahan tanam alpukat berkualitas tinggi. Metode hidroponik rakit apung menawarkan alternatif untuk meningkatkan efisiensi perbanyakan, namun sistem air yang tidak bersirkulasi sering menimbulkan kondisi kekurangan oksigen terlarut yang dapat menghambat aktivitas metabolisme dan diferensiasi sel. Pemberian aerasi diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan oksigen terlarut, sedangkan vitamin B1 (tiamin) diharapkan dapat meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman serta merangsang pertumbuhan awal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh interaksi antara lama aerasi dan konsentrasi vitamin B1 terhadap perbanyakan stek pucuk alpukat pada media air metode rakit apung; (2) menentukan lama operasional aerator yang optimal dalam menyediakan suplai oksigen yang memadai; serta (3) mengevaluasi pengaruh tunggal pemberian vitamin B1 terhadap pertumbuhan stek pucuk alpukat. Penelitian dilaksanakan pada lingkungan terbuka terkendali di Surakarta (±92 mdpl) pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah lama aerasi, yaitu 8, 16, dan 24 jam per hari, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi vitamin B1, yaitu 0 mL L⁻¹ dan 0,5 mL L⁻¹. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi waktu muncul kalus, persentase muncul kalus, volume kalus, warna kalus, waktu muncul akar, panjang akar, dan jumlah akar. Selain itu, dilakukan pengukuran lingkungan berupa suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya, serta analisis kualitas air baku yang meliputi oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biokimia (BOD), kebutuhan oksigen kimia (COD), pH, dan total padatan terlarut (TDS). Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat pengaruh nyata, analisis dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis kualitas air menunjukkan kandungan oksigen terlarut yang tinggi sebesar 11,85 mg L⁻¹, nilai BOD sebesar 3,5 mg L⁻¹, COD sebesar 4,89 mg L⁻¹, TDS sebesar 172 ppm, serta pH sedikit basa yaitu 7,7, yang mengindikasikan bahwa kualitas air mendukung pelaksanaan sistem percobaan. Interaksi antara lama aerasi dan pemberian vitamin B1 berpengaruh nyata terhadap waktu muncul kalus dan volume kalus. Kombinasi aerasi selama 24 jam per hari dengan vitamin B1 pada konsentrasi 0,5 mL L⁻¹ menghasilkan pembentukan kalus tercepat, yaitu 14,40 hari setelah tanam, serta volume kalus tertinggi pada pengamatan 6 minggu setelah tanam. Vitamin B1 secara mandiri berperan dalam mendukung metabolisme dan meningkatkan volume kalus, sementara aerasi selama 8 jam per hari sudah cukup untuk mempertahankan ketersediaan oksigen terlarut dalam air. Meskipun pembentukan kalus berhasil terjadi pada seluruh perlakuan, tidak satu pun stek pucuk menghasilkan akar hingga akhir periode pengamatan selama 6 minggu. Tidak terbentuknya akar diduga disebabkan oleh tidak diterapkannya perlakuan penggelapan (dark-conditioning) serta tidak adanya aplikasi zat pengatur tumbuh auksin eksternal, yang keduanya diketahui berperan penting dalam proses perakaran pada tanaman alpukat yang tergolong sulit berakar. Secara keseluruhan, sistem rakit apung efektif dalam mendukung pembentukan kalus, namun belum mampu menginduksi pembentukan akar tanpa adanya perlakuan tambahan untuk perakaran.

×
Penulis Utama : Helmi Dwi Kusuma
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0721068
Tahun : 2025
Judul : Propragasi Stek Pucuk Tanaman Alpukat Menggunakan Media Air Metode Rakit Apung Dengan Variasi Lama Aerasi Dan Vitamin B1
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2025
Program Studi : S-1 Agroteknologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Induksi kalus; oksigen terlarut; metabolisme energi; famili Lauraceae; respons perakaran
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Djoko Purnomo, M.P.
2. Prof. Dr. Ir. MTh Sri Budiastuti, M.Si.
Penguji : 1. Gani Cahyo Handoyo, S.P., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.