Perubahan zaman yang cepat di abad ke-21 menuntut peserta
didik untuk memiliki berbagai keterampilan, salah satunya adalah creative
thinking skills. Namun, data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif
siswa di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya dalam pembelajaran kimia
yang cenderung bersifat abstrak dan berpotensi menimbulkan miskonsepsi. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Project Based
Learning berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics
(STEM-PjBL) terhadap creative thinking skills dan hasil belajar siswa
pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Penelitian menggunakan
metode quasi experimen dengan desain pretest posttest non equivalent
control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMAN 6 Surakarta.
Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan non tes. Implementasi STEM-PjBL
diawali dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan kognitif, kemudian guru
menjelaskan konsep materi berbantuan media interaktif berupa simulasi PhET
Colorado serta dengan adanya penilaian proyek berupa pembuatan alat uji
daya hantar listrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa model STEM-PjBL
berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan creative thinking
skills siswa, yang ditunjukkan melalui aspek fluency, flexibility,
originality, dan elaboration. Hal tersebut juga berpengaruh dalam meningkatkan
hasil belajar yang signifikan setelah diterapkannya model PjBL dengan
pendekatan STEM. Penerapan STEM-PjBL menjadikan pembelajaran lebih bermakna,
kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, model
STEM-PjBL direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif
yang dapat menunjang ketercapaian kompetensi dalam Kurikulum Merdeka serta
mengembangkan creative thinking skills yang dapat dilihat melalui hasil
belajar siswa.