Wilayah perkotaan yang berkembang pesat yang timbul akibat adanya aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan juga memicu berbagai tantangan sosial dalam permasalahan kota yang kompleks. Salah satunya yaitu dalam fenomena urbanisasi yang tidak terkontrol memiliki dampak pada peningkatan kemiskinan dan memunculkan kawasan permukiman kumuh. Permukiman kumuh yang timbul juga akan menjadi persoalan baru yang lebih kompleks dalam persoalan perkotaan. Sehingga diperlukan upaya dalam penanganan kawasan kumuh sebagai bentuk penataan kembali serta peningkatan dalam kualitas lingkungan dan peningkatan dalam kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi dari penanganan atau penataan kawasan kumuh melalui program KOTAKU di Kampung Harmoni Semanggi, kota Surakarta serta dinamika perubahan dalam masyarakat pasca penataan kawasan yang dilihat dari aspek sosial, lingkungan, ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori Modal Sosial oleh Robert Putnam.Berdasarkan hasil penelitian telah ditemukan bahwa pelaksanaan implementasi program KOTAKU di Kampung Harmoni Semanggi telah terlaksana dengan lancar dan menjadi percontohan nasional (pilot project). Yang dimana dalam proses pelaksanaan pembangunan melibatkan masyarakat secara aktif dari awal pembangunan hingga pada pasca pembangunan dalam perawatan lingkungan hasil dari program. Perbaikan yang dilakukan telah meningkatkan kualitas dari lingkungan fisik kampung dengan perbaikan infrastruktur serta penyediaan fasilitas umum yang layak. Selain itu, implementasi dari penataan kawasan juga menimbulkan dampak dari perubahan sosial masyarakat yang mana selain peningkatan dari partisipasi masyarakat, terdapat juga peningkatan dalam hubungan sosial masyarakat serta penguatan dalam jaringan sosial masyarakat, kemudian dalam dampak lingkungan yang mengalami peningkatan kualitas dari sebelumnya yang cenderung kumuh dan tidak tertata, setelah penataan kawasan lingkungan mengalami perubahan menjadi semakin bersih, rapi, dan tertata. Dampak ekonomi dapat dilihat dari proses adaptasi masyarakat dalam pengeluaran dalam iuran guna menjadi biaya perawatan lingkungan dan pengeluaran dalam pemanfaatan fasilitas seperti air dan listrik. Kata Kunci: Permukiman Kumuh, program KOTAKU, penanganan kawasan kumuh, dampak sosialABSTRACTThe rapidly developing urban areas resulting from the economic activities of urban communities also trigger various social challenges in complex urban problems. One of them is the phenomenon of uncontrolled urbanization, which has an impact on increasing poverty and the emergence of slum settlements. The emergence of slum settlements will also become a new, more complex problem in urban issues. Therefore, efforts are needed to handle slum areas as a form of redevelopment and improvement in environmental quality and community welfare. This study aims to examine how the implementation of slum area handling or redevelopment through the KOTAKU program in Kampung Harmoni Semanggi, Surakarta City, as well as the dynamics of change in the community after the redevelopment, viewed from social, environmental, and economic aspects. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach, employing data collection techniques such as interviews, observation, and literature review. The theory used is Social Capital Theory by Robert Putnam. Based on the research findings, it has been found that the implementation of the KOTAKU program in Kampung Harmoni Semanggi has been carried out smoothly and has become a national pilot project. The implementation process actively involved the community from the initial development stage to post-development environmental maintenance of the program's results. The improvements made have enhanced the quality of the village's physical environment through infrastructure repairs and the provision of adequate public facilities. In addition, the implementation of the area redevelopment has also led to changes in the social dynamics of the community, where, apart from increased community participation, there has also been an improvement in social relations and the strengthening of community social networks. Furthermore, in terms of environmental impact, the previously slum and unorganized conditions have improved, becoming cleaner, neater, and more structured after the redevelopment. The economic impact can be seen from the community's adaptation process in expenditures for environmental maintenance fees and the utilization of facilities such as water and electricity.Keywords: Slum settlements, KOTAKU program, slum area handling, social impact