Industri Fashion saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dari waktu
ke waktu, namun dibalik itu menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan,
terutama karena banyaknya limbah tekstil yang dihasilkan. Salah satu solusi untuk
mengurangi limbah ini adalah dengan memanfaatkan limbah kain perca yaitu sisasisa potongan kain dari proses produksi pakaian, menjadi produk yang bermanfaat
dan bernilai seni. Penelitian ini bertujuan merancang kimono yang inovatif dengan
teknik sashiko terinspirasi dari lukisan “The Starry Night” karya Vincent Van
Gogh. Perancangan untuk menghasilkan busana ramah lingkungan, fungsional,
dan artistik. Metode perancangan yang digunakan adalah Metode Penciptaan Tiga
Tahap Enam Langkah menurut SP. Gustami. Prosesnya dimulai dari eksplorasi
(studi pustaka dan observasi visual), perancangan (pembuatan sketsa dan
Visualisasi ide), serta perwujudan (proses produksi dan evaluasi karya).
Pendekatan ini memungkinkan integrasi aspek keberlanjutan, budaya, dan seni
dalam setiap tahapan perancangan. Perancangan menunjukkan bahwa sashiko
pada kimono mampu mengubah limbah kain perca menjadi busana yang sekaligus
memiliki nilai estetika, fungsional dan berkelanjutan. Desain visual yang
diadaptasi dari elemen warna dan tekstur lukisan Van Gogh berhasil diterapkan
pada pola dan jahitan, menciptakan karya yang unik dan memuat pesan
didalamnya. Dari penelitian ini, diperoleh pengetahuan bahwa pengolahan limbah
tekstil melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif antara teknik tradisional dan
inspirasi seni mampu menghasilkan produk fashion yang bermakna dan
memperkaya wawasan.