Latar Belakang: Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi
ekstra saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan
ketidaknyamanan bagi pekerja dan berujung pada kelelahan. Kelelahan yang
disebabkan oleh paparan suhu tinggi berpotensi menyebabkan dehidrasi dan
mengganggu proses metabolisme tubuh. Salah satu cara untuk mengatasi kelelahan
akibat lingkungan kerja panas yaitu dengan memberikan air kelapa muda sebagai
minuman yang dapat meningkatkan produksi energi dalam tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap
kelelahan kerja pekerja weaving. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan model
nonequivalent control group. Populasi terdiri dari 100 pekerja tenun, purposive
sampling digunakan untuk mendapatkan sampel sebanyak 50 responden dan dibagi
menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Variabel bebas adalah
pemberian air kelapa muda sebanyak 350 ml selama lima hari kerja. Variabel
terikatnya adalah kelelahan kerja, yang diukur dengan kadar laktat darah sebelum
dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan, uji
t independen, dan ukuran efek Cohen's d. Hasil: Kadar asam laktat rata-rata pada kelompok eksperimen mengalami
penurunan signifikan dari 2,9 mmol/L menjadi 2,0 mmol/L, yang mengindikasikan
terdapat penurunan kelelahan kerja. Sedangkan pada kelompok kontrol
menunjukkan sedikit peningkatan dari 2,4 mmol/L menjadi 2,5 mmol/L. Ukuran
efek sebesar 0,71 menunjukkan efek yang besar dari intervensi. Simpulan: Pemberian air kelapa muda efektif dalam mengurangi kelelahan kerja
pada pekerja tenun