Penulis Utama : Julian Hidayat
NIM / NIP : S972202005

UJI DIAGNOSTIK KADAR OSTEOPONTIN SERUM TERHADAP FIBROSIS HATI PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS  Julian Hidayat1, Dian Ariningrum2,3, Mas Aditya Senaputra2,3, Tonang Dwi Ardyanto4, Maria Immakulata Diah Pramudianti2,3  1Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta2Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta3Subinstalasi Laboratorium Patologi Klinik, RSUD Dr. Moewardi, Surakarta4Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta/ Rumah Sakit Universitas Sebelas MaretINTISARIPendahuluan: Hepatitis B kronis adalah penyakit infeksi pada hati yang memiliki risiko progresi menjadi fibrosis hingga sirosis. Deteksi dini derajat fibrosis penting untuk menentukan strategi penatatalaksanaanya. Transient elastography (TE) menjadi salah satu metode pemeriksaan non-invasif untuk menilai derajat fibrosis, namun ketersediaanya masih terbatas. Osteopontin (OPN) merupakan biomarker non-invasif yang berpotensi dalam menilai derajat fibrosis hati.Tujuan: Menganalisis performa diagnostik kadar OPN serum terhadap fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronis.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah pasien hepatitis B kronis yang menjalani pemeriksaan laboratorium dan TE dari bulan Agustus-September 2025 sebanyak 84. Kadar OPN serum diperiksa menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dengan alat microplate reader Rayto RT-2100C dan dianalisis dengan uji diagnostik berdasarkan AUROC, sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV.Hasil: Median kadar OPN serum pada kelompok significant fibrosis  (SF) lebih tinggi yaitu 25,1 ng/mL (5,19–653,84) dibandingkan kelompok non significant fibrosis  (NSF) yaitu 9,13 ng/mL (5,63–105,15) (p < 0,001). Nilai AUC sebesar 0,876 (IK95%: 0,794–0,957; p = 0,001) dengan cut-off  sebesar 14,61 ng/mL menghasilkan sensitivitas 84,1%, spesifisitas 82,5%, PPV 84,1%, NPV 82,5%, PLR 4,81, dan NLR 0,19. Simpulan: Osteopontin berpotensi sebagai biomarker diagnosis non-invasif yang baik dalam menilai derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat peran OPN sebagai biomarker non invasif dalam mendeteksi fibrosis hati terutama dalam fasilitas kesehatan yang terbatas.

×
Penulis Utama : Julian Hidayat
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S972202005
Tahun : 2025
Judul : Uji Diagnostik Kadar Osteopontin Serum Terhadap Fibrosis Hati Pada Pasien Hepatitis B Kronis
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2025
Program Studi : PPDS Patologi Klinik
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Osteopontin, Fibrosis hati, Hepatitis B kronis, Transient elastografi
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dian Ariningrum, dr., M.Kes., Sp.PK, Subsp. N.R (K)
2. Mas Aditya Senaputra, dr., Sp.PK
Penguji : 1. Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., Sp.PK, Subsp. I.K. (K), PhD, FISQua, CHAE
2. M.I. Diah Pramudianti, dr., M.Sc, Sp.PK, Subsp. E.M. (K)
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.