Latar belakang dari penelitian ini berawal dari hadirnya fenomena generasi sandwich pada perempuan bekerja. Perempuan generasi sandwich tidak jarang menemui tantangan berupa beban emosional, fisik, beban finansial, dan beban sosial dalam keberjalanannya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi perempuan bekerja generasi sandwich dalam menghadapi beban ganda tersebut dalam menjalankan semua perannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Modal Sosial. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendorong seorang perempuan dalam bekerja, mulai dari kebutuhan finansial keluarga, kebutuhan sosial relasional, serta kebutuhan aktualisasi diri. Para informan mampu mengkategorikan dirinya sebagai bagian dari generasi sandwich berdasarkan kriteria yang ada, yaitu menanggung generasi yang berada di atas (orang tua) sekaligus generasi yang ada di bawah (anak-anak). Terdapat beberapa kesamaan dari beban yang dirasakan oleh para informan baik itu beban finansial, emosional, fisik, maupun sosial. Modal sosial yang digunakan sebagai strategi dalam mengatasi beban tersebut beragam, beberapa diantaranya meliputi; mengelola keuangan berdasarkan prioritas, menjalankan pekerjaan sampingan, menciptakan personal space untuk pemulihan diri, memanfaatkan relasi pertemanan, manajemen waktu antara tugas domestik dan pekerjaan, membangun kerja sama dengan pasangan (Co-perenting), dan menumbuhkan ketahanan diri dengan adanya rasa percaya terhadap nilai-nilai yang terbentuk dari pengalaman sebelumnya.