Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat resiliensi akademik, kontrol diri, dan prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta, (2) menguji pengaruh resiliensi akademik terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta, (3) menguji pengaruh kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta, dan (4) menguji pengaruh resiliensi akademik serta kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta berjumlah 393 siswa, dan sampel berjumlah 196 siswa ditentukan berdasarkan tabel Krejcie. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik, skala resiliensi akademik, dan skala kontrol diri. Uji validitas isi dianalisis menggunakan Aiken’s V, uji validitas konstruk menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS 27, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach’s. Analisis data dilakukan menggunakan analisis data deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa (1) mayoritas siswa berada pada kategori rendah, untuk tingkat resiliensi akademik sebesar 41,83% dan tingkat kontrol diri sebesar 37,75%, sementara untuk tingkat prokrastinasi akademik siswa mayoritas berada pada kategori tinggi sebesar 37,77%. Hasil analisis inferensial menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa (2) sebesar 64,6% resiliensi akademik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha diterima. (3) sebesar 39,8% kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha diterima. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa (4) sebesar 67,9% resiliensi akademik dan kontrol diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik yang berarti Ha diterima. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi akademik dan kontrol diri merupakan faktor penting yang berpengaruh dalam kecenderungan prokrastinasi akademik. Untuk menurunkan kecenderungan prokrastinasi akademik perlu dilakukan peningkatan resiliensi akademik dan kontrol diri melalui layanan bimbingan dan konseling yang membantu siswa untuk meningkatkan ketangguhan dan kemampuan mengatur diri dalam belajar agar terbentuk kebiasaan belajar yang teratur. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor selain resiliensi akademik dan kontrol diri untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa.