Laporan tugas akhir ini membahas Budidaya dan Analisis Usahatani Sawi Samhong (Brassica juncea L.) dengan Pemberian Hormon GSA (Giberelin, Sitokinin, Auksin) Organik yang dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah memahami teknik budidaya tanaman sawi samhong dari tahap penanaman hingga pascapanen, menganalisis kelayakan usahatani, serta menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Budidaya dilakukan secara organik menggunakan media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Aplikasi hormon GSA organik diberikan empat kali selama masa tanam dengan dosis 200 ml per polybag setiap tujuh hari. Hormon GSA terbukti meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar sawi samhong hingga rata-rata 443 gram, lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa GSA (234 gram). Tanaman dipelihara tanpa pestisida kimia, dengan penyiraman dan penyiangan rutin hingga panen pada umur 30 hari setelah tanam. Dari 250 benih yang disemai, 220 tanaman berhasil tumbuh dengan hasil panen total 50 kg. Harga jual produk “Some Hongful” sebesar Rp10.000/kg menghasilkan pendapatan Rp500.000 dengan keuntungan Rp103.000. Analisis finansial menunjukkan nilai R/C sebesar 1,25 dan B/C sebesar 0,25, menandakan usaha ini layak secara ekonomi. Nilai BEP tercapai pada 40 kg atau Rp7.940/kg. Pemasaran dilakukan melalui strategi STP, SWOT, dan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi). Promosi dilakukan secara online dan offline melalui media sosial, kemasan menarik, serta edukasi manfaat gizi. Kesimpulannya, penggunaan hormon GSA organik mampu meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha budidaya sawi samhong, serta memiliki potensi agribisnis yang prospektif dan berkelanjutan.