Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama
kematian di Indonesia, dengan pengendara sepeda motor sebagai kelompok paling
rentan. Salah satu cedera fatal yang sering terjadi adalah fraktur ekstremitas
bawah akibat benturan berenergi tinggi. Namun, data mengenai pola fraktur pada
korban meninggal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan
karakteristik fraktur ekstremitas bawah pada korban meninggal akibat kecelakaan
lalu lintas di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode 2022–2024.
Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 26 kasus dari data
rekam medis forensik. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan penyajian tabel
frekuensi, tabulasi silang, dan diagram.
Hasil: Jenis fraktur yang paling banyak ditemukan adalah fraktur tertutup (69%),
diikuti fraktur terbuka dan kombinasi fraktur terbuka-tertutup masing-masing
sebesar 15%. Berdasarkan lokasi, fraktur bilateral (kanan dan kiri) mendominasi
dengan 50% kasus, sedangkan unilateral kanan 27% dan kiri 23%. Fraktur paling
banyak terjadi pada tungkai atas (femur) sebesar 77%, diikuti tungkai bawah
(69%), kaki (38%), lutut (35%), dan pergelangan kaki (15%). Sebanyak 85%
korban mengalami trauma penyerta, terutama pada kepala/leher (26%) dan dada
(26%).
Kesimpulan: Fraktur ekstremitas bawah pada korban meninggal akibat
kecelakaan lalu lintas paling sering berupa fraktur tertutup dan fraktur bilateral
dengan dominasi pada tulang femur. Fraktur femur menjadi indikator trauma berat
yang berkaitan dengan cedera organ vital serta peningkatan tingkat keparahan dan
mortalitas, sehingga pola fraktur dapat dijadikan indikator biomekanis dalam
analisis mekanisme kematian.