Pendahuluan: Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian di Indonesia, dengan trauma abdomen sebagai jenis cedera yang kerap dijumpai pada korban. Dalam konteks forensik, Visum et Repertum (VeR) memiliki peran krusial dalam menentukan mekanisme serta penyebab kematian. Studi terdahulu mengindikasikan bahwa trauma abdomen lebih dominan terjadi pada bagian bawah perut, namun diperlukan pembaruan data untuk memperoleh gambaran yang lebih aktual dan komprehensif.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dan dilaksanakan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling dari seluruh kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada periode 2019 2024 yang disertai data trauma abdomen dalam dokumen Visum et Repertum (VeR). Seluruh data yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran pola dan karakteristik cedera abdomen pada korban.Hasil: Dari 135 kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas, sebanyak 47 kasus disertai trauma abdomen dengan total 68 temuan cedera. Seluruhnya merupakan trauma tumpul. Luka yang paling banyak dijumpai adalah luka lecet (66,18%), diikuti luka robek (20,59%) dan memar (13,24%). Distribusi cedera terbanyak ditemukan pada kuadran kanan atas (29,41%), disusul kuadran kiri bawah (27,94%), kanan bawah (23,53%), dan paling sedikit pada kuadran kiri atas (19,12%).Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang diperiksa, trauma abdomen ditemukan pada sebagian kasus dan seluruhnya berupa trauma tumpul. Cedera yang paling sering dijumpai adalah luka lecet, diikuti luka robek dan memar, yang menggambarkan mekanisme benturan kuat sebagai penyebab utama. Distribusi anatomis trauma menunjukkan bahwa kuadran kanan atas merupakan lokasi yang paling sering mengalami cedera, disusul kuadran kiri bawah, kanan bawah, dan paling sedikit kuadran kiri atas. Temuan ini menegaskan bahwa pola trauma abdomen pada kecelakaan lalu lintas cenderung dipengaruhi oleh arah dan kekuatan benturan, serta mendukung pentingnya analisis topografi cedera dalam interpretasi forensik.