Teknik sambung pucuk alpukat merupakan inovasi budidaya yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas buah, namun tingkat adopsinya di kalangan petani masih rendah. Kajian mengenai persepsi petani terhadap inovasi pertanian telah banyak dilakukan, tetapi penelitian yang secara khusus yang mengaitkan dengan lingkungan sosial, lingkungan ekonomi, dan akses media sosial dengan persepsi petani terhadap teknik sambung pucuk masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap teknik sambung pucuk alpukat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali yang ditentukan secara purposive. Sampel penelitian terdiri dari 77 petani yang dipilih menggunakan proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian bahwa secara simultan faktor lingkungan sosial, lingkungan ekonomi, dan akses media sosial berpengaruh positif terhadap persepsi petani. Secara parsial, lingkungan ekonomi dan akses media sosial berpengaruh signifikan, sedangkan lingkungan sosial berpengaruh tetapi tidak signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi petani dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi dan pemanfaatan media sosial, sementara lingkungan sosial belum memberikan pengaruh yang kuat. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam aspek pemberdayaan sosial yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian selanjutnya dapat menggali faktor non-kuantitatif melalui pendekatan kualitatif agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi dan adopsi inovasi teknik sambung pucuk alpukat.