Kemandirian petani dalam mengelola usahatani
merupakan aspek penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian dan peningkatan
produktivitas usahatani. Hambatan yang dihadapai petani yaitu masih kurangnya
kemampuan, pengetahuan, dan wawasan mengenai usahatani alpukat serta terdapat
dukungan pihak luar yang kurang sesuai dengan kondisi usahatani alpukat. Tujuan
dari penelitian ini yaitu, 1) Mengkaji dan mendeskripsikan pengalaman
usahatani, kedinamisan petani, lingkungan sosial pertanian, dan dukungan pihak
pemerintah yang mempengaruhi tingkat kemandirian petani; 2) Menganalisis
tingkat kemandirian petani dalam mengelola usahatani alpukat; 3) Menganalisis
pengaruh pengalaman usahatani, kedinamisan petani, lingkungan sosial pertanian,
dan dukungan pihak pemerintah terhadap kemandirian petani dalam mengelola
usahatani alpukat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan
studi pusataka dengan jumlah responden 82 petani yang ditentukan melalui
proportional random sampling. Analisis data menggunakan regresi linear berganda
dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa, 1) Pengalaman usahatani mayoritas dalam kategori sedang; 2) Kedinamisan
petani mayoritas dalam kategori rendah; 3) Lingkungan sosial pertanian
mayoritas dalam kategori rendah; 4) Dukungan pihak pemerintah mayoritas dalam
kategori sangat rendah; dan 5) Tingkat kemandirian petani dalam mengelola
usahatani alpukat di Kecamatan Musuk mayoritas dalam kategori sedang. Hasil uji
regresi linear berganda dengan taraf α (5%) menunjukkan bahwa secara parsial,
faktor kedinamisan petani dan lingkungan sosial pertanian berpengaruh
signifikan terhadap kemandirian petani, sedangkan pengalaman usahatani dan
dukungan pihak pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian
petani.