Penelitian
ini bertujuan untuk menjelaskan peran akun Instagram @life.at.prospect
sebagai internal social media dalam memenuhi motif penggunaan karyawan,
mendukung fungsi komunikasi organisasi, memperkuat internal branding,
serta meningkatkan employee engagement di Prospect Institute. Landasan
teoretis penelitian ini mencakup Uses and Gratifications Theory (UGT), Media
Richness Theory (MRT), konsep internal branding (Latifah & Muafi,
2021), dan dimensi employee engagement (Bakker & Demerouti, 2008).
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus (Yin, 2018)
dengan teknik purposive sampling. Informan terdiri atas delapan
partisipan, yaitu tujuh karyawan dan satu pengelola akun. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi konten, serta dokumentasi media sosial,
dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles et al. (2014).
Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama.
Pertama, karyawan menggunakan akun @life.at.prospect untuk memenuhi
kebutuhan kognitif, afektif, integratif personal, integratif sosial, dan
pelepasan, sesuai dengan kategori UGT. Kedua, akun ini menjalankan fungsi
komunikasi yang kaya (high richness) melalui umpan balik cepat,
keberagaman visual, gaya bahasa luwes, dan fokus personal, sehingga efektif
menyampaikan nilai-nilai organisasi. Ketiga, konten akun berperan dalam proses internal
branding dengan menampilkan nilai humanis, kolaboratif, dan profesional,
yang memperkuat pemahaman serta komitmen karyawan terhadap identitas lembaga.
Keempat, akun ini mendorong employee engagement melalui munculnya aspek
vigor, dedication, dan absorption pada karyawan yang terlibat maupun yang
mengonsumsi konten. Secara
keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial internal seperti
Instagram dapat menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam membangun identitas
organisasi, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan keterikatan karyawan
di lingkungan Prospect Institute.