Latar Belakang : Prosthetic Joint Infection (PJI) merupakan komplikasi serius pasca tindakan total joint arthroplasty yang menyebabkan peningkatan morbiditas, kebutuhan reoperasi, dan beban biaya kesehatan. Angka kejadian PJI global berkisar 1–2%, dengan faktor risiko yang bervariasi seperti usia lanjut, diabetes melitus, obesitas, anemia, dan status gizi buruk. Identifikasi dini faktor risiko dan pola resistensi bakteri penting untuk menentukan terapi antibiotik empiris yang efektif serta mencegah infeksi berulang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pengumpulan data dari rekam medis pasien yang menjalani prosthetic joint replacement dan terdiagnosis PJI selama periode 2022–2024. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara faktor risiko dan kejadian PJI, dan analisis multivariat regresi logistik untuk menilai faktor risiko yang paling berkontribusi menyebabkan kejadian PJI, serta uji sensitivitas antibiotik dilakukan untuk menentukan pola resistensi patogen.Hasil: Dari total 173 mengalami PJI. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,018), riwayat merokok (p=0,005), anemia (p=0,041), dan status gizi (p=0,031) dengan kejadian PJI. Analisis regresi logistik menunjukkan faktor risiko merokok paling berkontribusi terhadap kejadian PJI dengan OR 1,86x. Berdasarkan kultur, kasus PJI didominasi oleh isolat Staphylococcus aureus (40%). Uji resistensi menunjukkan Staphylococcus aureus resisten terhadap golongan β-laktam, fluorokuinolon.Simpulan: Merokok merupakan faktor risiko dominan terhadap PJI. Bakteri penyebab PJI didominasi oleh bakteri Gram positif dengan resistensi terhadap golongan β-laktam, fluorokuinolon, makrolida, aminoglikosida, dan licosamida.