Penulis Utama : Nessa Putri Kirana
NIM / NIP : H0822104

Salah satu bagian dari sektor pertanian yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia ialah tanaman pangan. Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Keberhasilan usahatani jagung dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penggunaan lahan. Lahan pertanian merupakan faktor produksi yang penting dalam struktur agraris di pedesaan, maka kondisi ketimpangan distribusi kepemilikan lahan akan sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha ke arah pemerataan tingkat pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung, menganalisis distribusi kepemilikan lahan petani jagung, serta menganalisis distribusi kepemilikan lahan dan pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani jagung di Kabupaten Grobogan. Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode penentuan lokasi penelitian secara purposive yaitu di Kabupaten Grobogan karena merupakan daerah dengan hasil produksi jagung terbesar di Jawa Tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana pengambilan sampel didasarkan pada kriteria bahwa responden adalah petani jagung dengan status pemilik penggarap di Kabupaten Grobogan. Sampel petani yang digunakan sebanyak 60 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah (1) Analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung, (2) Analisis gini rasio, dan (3) Analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata biaya dalam satu kali masa tanam sebesar Rp2.391.933,36 per usahatani atau Rp5.766.473,87 per hektare; rata-rata penerimaan sebesar Rp7.530.416,67 per usahatani atau Rp18.154.331,4 per hektare; dan rata-rata pendapatan sebesar Rp5.138.483,31 per usahatani atau Rp12.387.857,5 per hektare. Distribusi kepemilikan lahan usahatani jagung di Kabupaten Grobogan termasuk kategori ketimpangan sedang yang ditunjukkan oleh nilai Gini Rasio sebesar 0,3368. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai signifikansi variabel luas lahan sebesar 0,000 < α (0,01). Hal ini berarti luas lahan berpengaruh positif terhadap pendapatan usahatani jagung di Kabupaten Grobogan. Variabel luas lahan memiliki nilai koefisien sebesar 5.360.516,632. Artinya, apabila luas lahan mengalami kenaikan sebesar 1 hektare, maka pendapatan usahatani akan meningkat sebesar Rp5.360.516,632.  

×
Penulis Utama : Nessa Putri Kirana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0822104
Tahun : 2026
Judul : Distribusi Kepemilikan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani Jagung di Kabupaten Grobogan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2026
Program Studi : S-1 Agribisnis
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Usahatani Jagung, Distribusi Kepemilikan Lahan, Analisis Regresi Linear Berganda
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Wiwit Rahayu, S.P., M.P.
2. Dr. Susi Wuri Ani, S.P., M.P.
Penguji : 1. Dr. Umi Barokah, S.P., M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.